Kamis, 12 Maret 2009

Dakwah Bil Kaos ala Al Quds

Sebenarnya, bukan karena tragedi 11 September Al Quds memproduksi gambar Osama. Tiga dari empat tipe kaos bergambar Osama yang diproduksi, ternyata telah diproduksi sejak tahun 1999. Kalau ada kaos yang diproduksi setelah terjadi tragedi robohnya menara kembar WTC New York, itu pun hanya satu jenis kaos saja.

Hanya saja, sebelum tragedi, pesanan kaos bergambar Osama paling banter 50 kaos per tipe gambar per minggu. Jadi, dari tiga tipe gambar yang ada, sebelum terjadi demam Osama penjualannya hanya mencapai 150 potong per minggu. Kalu terjadi lonjakan paling-paling masih dalam hitungan jari.

Tiga kaos yang diproduksi pertama adalah gambar Osama dalam bingkai uang Rp 50 ribu yang diproduksi tahun 1999. Kaos kedua adalah gambar Osama dengan tulisan darbuna darbul jihad (jalan kami jalan perjuangan yang sungguh-sungguh) yang diproduksi tahun 2000. Kaos ketiga bergambar Osama dengan tulisan Islam is My Blood. Sedangkan kaos terakhir yang diproduksi adalah gambar Osama yang tengah mengacungkan tangan ke depan.

Pembuatan kaos-kaos tersebut, telah dilakukan sejak tahun 1993 lalu. Latar belakang memilih usaha ini karena Syahrul Arief, pemilik Al Quds melihat kaos-kaos yang dipakai oleh kawula muda banyak berisi gambar dan tulisan yang tidak mendidik. ''Saya prihatin melihat ada kaos yang bertuliskan God is dead, tulisan cela-mencela, dan kaos yang gambarnya mengumbar pornografi,'' kata mantan aktivis LDK Universitas Pancasila ini.

Dia menilai, karena kaos merupakan salah satu media ekspresi yang cukup efektif, maka Syahrul harus melakukan perlawanan dengan kaos yang disainnya menonjolkan aspek moralitas. Ia pun kemudian menggarap isu-isu keagamaan ke atas kaos. Sejumlah hadits, slogan keislaman, kaligrafi, dan gambar tokoh-tokoh Islam diangkatnya ke medium kaos.

Potret prihatin yang menimpa umat Islam di berbagai belahan dunia juga menjadi tulisan dan gambar kaos. Mulai tragedi Palestina, Bosnia, Chechnya, Moro, Maluku, hingga Poso, telah digarap oleh Syahrul mellui Al Quds. Ia menyatakan bahwa semua isu-isu tentang ketertindasan Islam itu sengaja diangkatnya untuk membuat umat Islam selalu ingat akan tragedi itu. ''Jadi, kami melawan lewat kaos, atau dakwah bil kaos,'' katanya.

Syahrul berpendapat, kaos adalah media yang efektif untuk menyebarkan pesan-pesan itu, karena kaos itu merupakan pakaian yang luwes dan dipakai oleh semua kelompok usia. Tak hanya kalangan santri tradisional dan modernis yang suka mengenakan kaos disainnya, tapi juga para preman. ''Banyak preman yang suka kaos yang saya buat, dan saya rasa itu bagus untuk menyampaikan pesan-pesan Islam kepada mereka,'' katanya.

Hingga saat ini, dia mengaku telah memproduksi sekitar 100 tipe gambar dan tulisan kaos. Gambar-gambar tokoh seperti waliullaah Syeh Abdul Qadir Jailani, pimpinan Ikhwanul Muslimin Hasan Al Banna, hingga tokoh paling dicari Amerika saat ini, Osama bin Laden. Tapi sampai saat ini, tokoh revolusi Iran, Ayatullah Khomeini, belum tampak dalam daftar. Adakah kesengajaan? ''Oh tidak, itu tergantung pesanan dan isu aktual,'' katanya.

Syahrul mengaku siap membuat pesanan tanpa memandang madzhab dan golongan. Pengecualiannya adalah pada permintaan pembuatan kaos yang mengandung pornografi, kata-kata tak mendidik, atau lambang-lambang komunis dan kapitalis. ''Pernah ada yang minta dibuatkan kaos bergambar palu arit saat reformasi sedang gencar-gencarnya. Order itu saya tolak,'' kata lelaki asal Sulawesi Selatan yang punya tiga anak ini.

Kaos-kaos yang diproduksi Al Quds, kini dipromosikan lewat dua media Islam, yakni majalah Sabili dan Hidayatullah. Harga setiap kaosnya berkisar antara Rp 28.000 untuk lengan pendek dan Rp 31.000 untuk lengan panjang. Untuk jenis lain kadang harganya bisa berbeda disesuaikan dengan desain dari pemesan.

Kaos Al Quds, bukan hanya membalut tubuh-tubuh orang Indonesia. Sebab kaos-kaos Al Quds juga sudah banyak yang beredar di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kuwait. Syahrul mengaku kekuatan desain memang menjadi daya tarik untuk menjaring pembeli.

Itu sebabnya, kreativitas dan talenta bisnis terus diasahnya untuk mengembangkan usahanya. Tak heran sejumlah rencana desain kaos kini terus dikembangkan oleh Al Quds. ''Sekarang kami sedang mendisain kaos bergambar George W Bush dalam bidikan senapan,'' katanya. (run) Ahad, 30 September 2001.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar